SELAMAT DATANG KE BLOG YUSZAI57

Diharap sesiapa yg membuka blog ini dapat memberikan pandangan dan komen untuk memperelokkan lagi Blok ku ni..

Terima Kasih. Wassalam.

Isnin, 22 Ogos 2011

Kelebihan Malam Lailatul-Qadar

Sahibul-Tanbih r a. menyatakan, Lailatul-Qadar jatuh pada malam 27 Ramadhan berdasarkan jumlah huruf kalimah Lailatul-Qadar (Dalam tulisan al-Quran) iaitu jumlahnya 9 didharabkan dengan 3 (Kerana disebut 3 kali dalam asurah berkenaan) lalu dapat 27.

Mengikut Ibnu Abu Hurairah r.a., Abu al-Hassan menyatakan sejak baligh dia tidak pernah luput dapat menemui malam Lailatul-Qadar itu berdasarkan hari awal Ramadhan seperti berikut :-

· Hari Ahad dan Rabu maka Lailatul- Qadar pada malam ke 29 Ramadhan.

· Hari Isnin maka Lailatul- Qadar pada malam ke 21 Ramadhan.

· Hari Selasa dan Jumaat maka Lailatul- Qadar pada malam ke 27 Ramadhan.

· Hari Khamis maka Lailatul- Qadar pada malam ke 25 Ramadhan.

· Hari Sabtu maka Lailatul- Qadar pada malam ke 23 Ramadhan.

Diriwayatkan oleh Aisyah r.a. “Sesiapa menghidupkan (Beribadat sepanjang malam) malam Lailatul-Qadar dan mendirikan sembahyang dua rakaat, kemudian memohon keampunan daripada Tuhannya, maka diampunkan dia oleh Allah Taala dan di masukkan kedalam rahmatNya, kemudian disapukan dia oleh Jibril a.s. dengan dua sayapnya. Barangsiapa disapu oleh Jibril dengan sayapnya maka didalam syurgalah tempatnya…..”.

Dalam riwayat lain,“Sesiapa mendirikan sembahyang empat rakaat dengan membaca surah al-Fatihah, al-Kauthar dan al-Ikhlas tiga kali,dimudahkan menghadapi sakratul maut, dikecualikan daripada azab kubur dan dikurniakan empat tiang daripada nur tiap- tiap satunya terdiri 1000 mahligai“.

Lantas dirikanlah:-

1. Sembahyang sunat 2 rakaat, setiap kalinya dibaca surah Fatihah 1x dan surah al-Ikhlas 7x.

2. Diikuti bacaan istigfar (Astaghfirullahal azim wa atubuilaihi), zikrullah (La ilaha illallah, Allahu akbar), bertasbih (Subhanallah wal hamdulillah wala ilaha illallah wallahu akbar wala haula wala quwwata illa billahil ‘aliyyil ‘azim), selawat (Allahumma sholli’ala saidina Muhammad).

3. Sembahyang sunat tahajjud.

4. Sembahyang sunat tasbih.

5. Mereka yang bertemu Lailatul-Qadar akan terus dingin badannya kerana dihampiri dan disalami oleh para ,alaikat, hendaklah segera membaca:“Allahumma innaka ‘afuwwun karim tuhibbul ‘afwa fa’fu anni waghfirli”.


Sabtu, 20 Ogos 2011

KERETA DI BENGKEL


BONOS RAYA TUN NI KENE REPAIR KETE DULU.
ALHAMDULILLAH...DAH SIAP DI BAIKI..

Jumaat, 19 Ogos 2011

MALAM LAILATUL QADAR

MALAM LAILATUL QADAR

Syaikh Salim bin ‘Ied Al-Hilaaly

Syaikh Ali Hasan Ali Abdul Hamid

Keutamaannya sangat besar, karena malam ini menyaksikan turunnya Al-Qur’an Al-Karim, yang membimbing orang-orang yang berpegang dengannya ke jalan kemuliaan dan mengangkatnya ke derajat yang mulia dan abadi. Umat Islam yang mengikuti sunnah Rasulnya tidak memasang tanda-tanda tertentu dan tidak pula menancapkan anak-anak panah untuk memperingati malam ini, akan tetapi mereka berloma-lomba untuk bangun di malam harinya dengan penuh iman dan mengharap pahala dari Allah.

Inilah wahai saudaraku muslim, ayat-ayat Qur’aniyah dan hadits-hadits nabawiyah yang shahih menjelaskan tentang malam tersebut.

1. Keutamaan Malam Lailatul Qadar

Cukuplah untuk mengetahui tingginya kedudukan Lailatul Qadar dengan mengetahui bahwasanya malam itu lebih baik dari seribu bulan, Allah berfirman.

“Artinya : Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur’an pada malam Lailatul Qadar, tahukah engkau apakah malam Lailatul Qadar itu ? Malam Lailatul Qadar itu lebih baik dari seribu bulan, pada malam itu turunlah melaikat-malaikat dan Jibril dengan izin Allah Tuhan mereka (untuk membawa) segala usrusan, selamatlah malam itu hingga terbit fajar” [Al-Qadar : 1-5]

Dan pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.

“Artinya : Sesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah, (yaitu) urusan yang besar dari sisi Kami. Sesungguhnya Kami adalah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui”[Ad-Dukhan : 3-6]

2. Waktunya

Diriwayatkan dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bahwa malam tersebut terjadi pada tanggal malam 21,23,25,27,29 dan akhir malam bulan Ramadhan.[1]

Imam Syafi’i berkata : “Menurut pemahamanku. wallahu ‘alam, Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab sesuai yang ditanyakan, ketika ditanyakan kepada beliau : “Apakah kami mencarinya di malam ini?”, beliau menjawab : “Carilah di malam tersebut” [Sebagaimana dinukil Al-Baghawi dalam Syarhus Sunnah 6/386]

Pendapat yang paling kuat, terjadinya malam Lailatul Qadar itu pada malam terakhir bulan Ramadhan berdasarkan hadits Aisyah Radhiyallahu ‘anha, dia berkata Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beri’tikaf di sepuluh hari terkahir bulan Ramadhan dan beliau bersabda.

“Artinya : Carilah malam Lailatul Qadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadhan” [Hadits Riwayat Bukhari 4/225 dan Muslim 1169]

Jika seseorang merasa lemah atau tidak mampu, janganlah sampai terluput dari tujuh hari terakhir, karena riwayat dari Ibnu Umar, (dia berkata) : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Carilah di sepuluh hari terakhir, jika tidak mampu maka jangan sampai terluput tujuh hari sisanya” [Hadits Riwayat Bukhari 4/221 dan Muslim 1165]

Ini menafsirkan sabdanya.

“Artinya : Aku melihat mimpi kalian telah terjadi, barangsiapa yang mencarinya carilah pada tujuh hari terakhir” [Lihat Maraji' tadi]

Kesimpulannya

Jika seorang muslim mencari malam lailatul Qadar carilah pada malam ganjil sepuluh hari terakhir : 21, 23,25,27 dan 29. Kalau lemah dan tidak mampu mencari pada sepuluh hari terakhir, maka carilah pada malam ganjil tujuh hari terakhir yaitu 25,27 dan 29. Wallahu ‘alam

3. Bagaimana Mencari Malam Lailatul Qadar.?

Sesungguhnya malam yang diberkahi ini, barangsiapa yang diharamkan untuk mendapatkannya, maka sungguh telah diharamkan seluruh kebaikan (baginya). Dan tidaklah diharamkan kebaikan itu, melainkan (bagi) orang yang diharamkan (untuk mendapatkannya). Oleh karena itu dianjurkan bagi muslimin (agar) bersemangat dalam berbuat ketaatan kepada Allah untuk menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharapkan pahala-Nya yang besar, jika (telah) berbuat demikian (maka) akan diampuni Allah dosa-dosanya yang telah lalu.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Barang siapa berdiri (shalat) pada malam Lailatul Qadar dengan penuh keimanan dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu” [Hadits Riwayat Bukhari 4/217 dan Muslim 759]

Disunnahkan untuk memperbanyak do’a pada malam tersebut. Telah diriwayatkan dari Sayyidah Aisyah Radhiyallahu ‘anha, (dia) berkata : “Aku bertanya, “Ya Rasulullah ! Apa pendapatmu jika aku tahu kapan malam Lailatul Qadar (terjadi), apa yang harus aku ucapkan ?” Beliau menjawab, “Ucapkanlah :

Allahumma innaka ‘afuwwun tuhibbul afwa fa’fu’annii

“Ya Allah Engkau Maha Pengampun dan mencintai orang yang meminta ampunan, maka ampunilah aku” [2]

Saudaraku -semoga Allah memberkahimu dan memberi taufiq kepadamu untuk mentaati-Nya- engkau telah mengetahui bagaimana keadaan malam Lailatul Qadar (dan keutamaannya) maka bangunlah (untuk menegakkan shalat) pada sepuluh malam terakhir, menghidupkannya dengan ibadah dan menjauhi wanita, perintahkan kepada isterimu dan keluargamu untuk itu, perbanyaklah perbuatan ketaatan.

Dari Aisyah Radhiyallahu ‘anha.

“Artinya : Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, apabila masuk pada sepuluh hari (terakhir bulan Ramadhan), beliau mengencanngkan kainnya[3]menghidupkan malamnya dan membangunkan keluarganya” [Hadits Riwayat Bukhari 4/233 dan Muslim 1174]

Juga dari Aisyah, (dia berkata) :

“Artinya : Adalah Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersungguh-sungguh (beribadah apabila telah masuk) malam kesepuluh (terakhir) yang tidak pernah beliau lakukan pada malam-malam lainnya” [Hadits Riwayat Muslim 1174]

4. Tanda-Tandanya

Ketahuilah hamba yang taat -mudah-mudahan Allah menguatkanmu degan ruh dari-Nya dan membantu dengan pertolongan-Nya- sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menggambarkan paginya malam Lailatul Qadar agar seorang muslim mengetahuinya.

Dari ‘Ubay Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Pagi hari malam Lailatul Qadar, matahari terbit tidak menyilaukan, seperti bejana hingga meninggi” [Hadits Riwayat Muslim 762]

Dari Abu Hurairah, ia berkata : Kami menyebutkan malam Lailatul Qadar di sisi Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda.

“Artinya : Siapa di antara kalian yang ingat ketika terbit bulan seperti syiqi jafnah”[4]

Dan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : (Malam) Lailatul Qadar adalah malam yang indah, cerah, tidak panas dan tidak juga dingin, (dan) keesokan harinya cahaya sinar mataharinya melemah kemerah-merahan” [Tahayalisi 349, Ibnu Khuzaimah 3/231, Bazzar 1/486, sanadnya Hasan]


Khamis, 11 Ogos 2011

MALANG PEMANDU LORI BAJA DI BULAN PUASA.

HARI INI AKAU BEKERJE SETELAH MC SAKIT SEMALAM. DI PEJABAT ADA MENERIMA BAJA PUS 5. BAWA 53.4MT. SEMASA NAK PINDAH TEMPAT LORI DAN MASA PUSINGKAN LORI BAJA JATUH SEHINGGA DINDING LORI HABIS KOPAK. KATA PEMANDU SEMALM DIA DAH KENE PAMCET TAYAR KAT MUADZAM KENE SUBUH DAPT BETULKAN JAM 4.00 PTG. KAT SG KELAMAH KENE LAGI MALANG KEDUA..BEGITULAH KITA DI UJI ALLAH DI BULAN MULIA INI. SEMOGA PEMANDU LORI CK ZULKIFLI TABAH DAN ALLAH GANTIKAN YG LEBIH BAIK...AMINNNNNNN.

Sabtu, 6 Ogos 2011

KAD RAYA-2011

Kata-Kata Hikmah

Jangan berputus-asa kerana biasanya anak kunci terakhirlah yang dapat membuka kunci.

Kemahuan yang tinggi akan mengubah persepsi seseorang terhadap sesuatu sehingga yang mustahil pun boleh terjadi.

Lebih baik berusaha menyalakan lilin dari menyumpah kepada kegelapan.

Jangan takut dan segan untuk setiap tindakan yang anda lakukan.Seluruh kehidupan adalah satu ujian.

Orang yang berjaya ialah orang yang melakukan tindakan yang tidak mampu diimaginasikan oleh orang lain, malah tidak mampu dilakukan oleh orang besar sekalipun.

Sebelum mencela pasangan hidupmu, bayangkan mereka yang masih menghiba untuk dikurnia jodoh.

Sambung Baca: http://anizyn.blogspot.com/2010/01/koleksi-kata-kata-hikmat-hikmah.html#ixzz1UImevqOt

Jumaat, 5 Ogos 2011

RAMADHAN AL-MUBARAQ

Kelebihan Ramadan


aripada Abu Hurairah RA bahawasanya Rasulullah SAW bersabda:

“Sesiapa yang menafkahkan sepasang binatang (dua ekor kuda, lembu ataupun unta) untuk sabilillah (perjuangan agama Allah), maka dia akan diseru dari pintu-pintu syurga dengan ucapan: “Hai hamba Allah, inilah kebaikan.” Sesiapa daripada golongan ahli solat, maka dia akan dipanggil dari Pintu Solat. Sesiapa daripada golongan ahli jihad, maka dia akan diseru dari Pintu Jihad. Sesiapa daripada golongan ahli puasa, maka dia akan diseru dari Pintu Rayyan. Sesiapa daripada golongan ahli sedekah, maka dia akan diseru dari Pintu Sedekah”

Saidina Abu Bakar RA berkata: “Biabi anta wa ummi ya Rasuiullah, tidak ada kerugian sama sekali bagi seseorang yang telah dipanggil dari pintu-pintu itu. Tetapi apakah ada seseorang yang dipanggil dari semua pintu itu?” Baginda SAW menjawab: “Ya ada dan saya mengharapkan agar anda termasuk dalam golongan orang yang diseru dari segala pintu tadi.”

(Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Dari Sahl bin Sa’ad RA daripada Nabi SAW sabdanya:

“Sesungguhnya di dalam syurga itu ada sebuah pintu yang disebut Pintu Rayyan. Semua orang yang berpuasa akan memasukinya pada hari kiamat dan tidak dibenarkan sesiapa pun selain daripada mereka memasukinya. Lalu dikatakan: “Di manakah orang yang berpuasa?” Lantas mereka pun berdiri dan tidak ada seorang pun yang dapat masuk selain orang yang berpuasa. Apabila sekalian orang berpuasa telah masuk, maka ditutuplah dan tiada seorang pun yang dapat memasukinya.”

(Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Daripada Ibnu Abbas RA katanya: “Rasulullah SAW adalah sedermawan-dermawan manusia dan lebih-lebih lagi kedermawaannya itu dalam bulan Ramadhan ketika ditemui oleh malaikat Jibril. Jibril akan menemui Baginda SAW pada setiap malam bulan Ramadhan untuk bertadarus al-Quran. Sesungguhnya Rasulullah SAW itu, ketika ditemui oleh Jibril adalah lebih dermawan dalam memberikan kebaikan melebihi angin yang bertiup.”

(Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Daripada Abu Said RA katanya, Rasulullah SAW bersabda:

“Tiada seorang hamba pun yang berpuasa sehari dengan niat fi-sabilillah (semata-mata menuju ketaatan kepada Allah) melainkan Allah akan menjauhkan wajahnya (dirinya) daripada neraka selama tujuh puluh tahun.”

(Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Daripada Abu Hurairah RA bahawasanya Nabi SAW bersabda:

“Sesiapa yang berpuasa Ramadhan dengan penuh keimanan dan mengharapkan keredhaan Allah, maka diampunkanlah untuk dosa-dosanya yang terdahulu.”

(Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim)

FADHILAT BERSAHUR.

Bersahur banyak keberkatan


aripada Anas RA katanya, Rasulullah SAW bersabda:

“Bersahurlah kamu sekalian! kerana sesungguhnya di dalam sahur itu ada keberkatan.”

(Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Daripada Zaid bin Tsabit RA katanya: “Kami bersahur bersama Rasulullah SAW kemudian kami berdiri untuk melakukan solat (Subuh).” Seseorang bertanya kepada Zaid bin Tsabit: “Berapakah jarak masa antara keduanya itu (sahur dan solat Subuh)?” Zaid bin Tsabit menjawab: “Sekira-kira kadar masa membaca lima puluh ayat al-Quran.”

(Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Daripada Ibnu ‘Umar RA katanya: “Rasulullah SAW mempunyai dua orang juru azan: iaitu Bilal bin Rabbah dan Ibnu Ummi Maktum. Rasulullah SAW bersabda: “Sesungguhnya Bilal bin Rabbah itu melaungkan azan di waktu masih malam ( sebelum menyingsingnya fajar sadiq), maka makan dan minumlah sekalian kamu (untuk bersahur) sehingga Ibnu Ummi Maktum melaungkan azan sebagai tanda masuknya waktu Subuh.”

(Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Daripada ‘Amru bin al-’Ass RA, bahawasanya Rasulullah SAW bersabda:

“Perbezaan antara puasa kita dengan puasa golongan ahlul-kitab (kaum Yahudi dan Nasrani) itu ialah adanya makan sahur.”

FADHILAT PUASA

Sunnah menyegerakan berbuka



aripada Sahl bin Sa’ad RA bahwasanya Rasulullah SAW bersabda:

“Sentiasalah seseorang itu memperolehi kebaikan selama mana mereka itu menyegerakan berbuka puasa.”

(Hadis riwayat al-Bukhari dan Muslim)

Daripada Abu ‘Athiyah RA katanya: “Saya dan Masruq masuk ke tempat ‘Aisyah RA, lalu Masruq berkata padanya: “Ada dua orang lelaki daripada sahabat-sahabat Rasulullah SAW tidak melalaikan kebaikan; yang seorang menyegerakan Maghrib dan berbuka, sedang yang lainnya mengakhirkan Maghrib dan berbuka.” ‘Aisyah RA lalu bertanya: “Siapakah yang menyegerakan Maghrib dan berbuka?” Masruq menjawab: “Iaitu ‘Abdullah (‘Abdullah bin Mas’ud RA)” ‘Aisyah lalu berkata: “Begitulah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW.”

(Hadis riwayat Muslim)

Daripada Abu Hurairah RA bahawasanya Rasulullah SAW bersabda:

“Allah ‘Azzawajalla berfirman: “Yang paling Aku cintai di antara hamba-hambaKu ialah yang lebih menyegerakan berbuka puasanya.”

(Hadis riwayat Tirmidzi bertaraf hasan)

Daripada Salman bin ‘Amr ad-Dhobbiyi as-Sohabi RA daripada Nabi SAW sabdanya:

“Jikalau seseorang di antara kamu berbuka, maka hendaklah berbuka dengan kurma. Sekiranya kamu tidak memperolehi kurma, maka hendaklah berbuka dengan air, karena sesungguhnya air itu suci.”

Hadis riwayat Imam Abu Dawud dan Tirmidzi.

Imam Tirmidzi mengatakan bahawa hadis ini bertaraf hasan shahih.

http://attazkirah.wordpress.com/2009/09/04/kelebihan-ramadan/

aripada Abu Hurairah RA bahawasanya Rasulullah SAW bersabda: “Sesiapa yang menafkahkan sepasang binatang (dua ekor kuda, lembu ataupun unta) untuk sabilillah (perjuangan agama Allah), maka dia akan diseru dari pintu-pintu syurga dengan ucapan: “Hai hamba Allah, inilah kebaikan.” Sesiapa daripada golongan ahli solat, maka dia akan dipanggil dari Pintu Solat. Sesiapa daripada golongan ahli jihad, [...]

GANJARAN TERAWIKH....

Malam : 1 : Keluar dosa-dosa orang mukmin pada malam pertama sepertimana ia baru dilahirkan, mendapat keampunan dari Allah.

Malam : 2 : Diampunkan dosa-dosa orang mukmin yang sembahyang terawih serta kedua ibubapanya (sekiranya mereka orang beriman).

Malam : 3 : Berseru Malaikat di bawah Arasy supaya kami meneruskan sembahyang terawih terus menerus semoga Allah mengampunkan dosa engkau.

Malam : 4 : Memperolehi pahala ia sebagaimana pahala orang-orang yang membaca kitab-kitab Taurat, Zabur, Injil dan Al-Quran.

Malam : 5 : Allah kurniakan baginya pahala seumpama orang sembahyang di Masjidilharam, Masjid Madinah dan Masjidil Aqsa.

Malam : 6 : Allah kurniakan pahala kepadanya pahala Malaikat-malaikat yang tawaf di Baitul Mamur (70 ribu Malaikat sekali tawaf), serta setiap batu-batu dan tanah-tanah mendoakan supaya Allah mengampunkan dosa-dosa orang yang mengerjakan sembahyang terawih pada malam ini.

Malam : 7 : Seolah-olah ia dapat bertemu dengan Nabi Musa serta menolong Nabi Alaihissalam nenentang musuh ketatnya Firaun dan Hamman.

Malam : 8 : Allah mengurniakan pahala orang sembahyang terawih sepertimana yang telah dikurniakan kepada Nabi Allah Ibrahim Alaihissalam.

Malam : 9 : Allah kurniakan pahala dan dinaikkan mutu ibadat hambanya seperti Nabi Muhammad S.A.W.

Malam : 10 Allah Subhanahuwataala mengurniakan kepadanya kebaikan di dunia dan di akhirat.

Malam : 11 : Keluar ia daripada dunia (mati) bersih daripada dosa seperti ia baharu dilahirkan.

Malam : 12 : Datang ia pada hari Qiamat dengan muka yang bercahaya (cahaya ibadatnya).

Malam : 13 : Datang ia pada hari Qiamat dalam aman sentosa daripada tiap-tiap kejahatan dan keburukan.

Malam : 14 : Datang Malaikat menyaksikan ia bersembahyang terawih, serta Allah tiada menyesatkannya pada hari Qiamat.

Malam : 15 : Semua Malaikat yang menanggung Arasy, Kursi, berselawat dan mendoakannya supaya Allah mengampunkannya.

Malam : 16 : Allah subhanahuwataala tuliskan baginya terlepas daripada neraka dan dimasukkan ke dalam Syurga.

Malam : 17 : Allah kurniakan orang yang berterawih pahalanya pada malam ini sebanyak pahala Nabi-Nabi.

Malam : 18 : Seru Malaikat : Hai hamba Allah sesungguhnya Allah telah redha kepada engkau dan ibubapa engkau (yang masih hidup atau mati)

Malam : 19 Allah Subhanahuwataala tinggikan darjatnya di dalam Syurga Firdaus.

Malam : 20 : Allah kurniakan kepadanya pahala sekelian orang yang mati syahid dan orang-orang solihin.

Malam : 21 : Allah binakan sebuah istana dalam Syurga daripada nur.

Malam : 22 Datang ia pada hari Qiamat aman daripada tiap-tiap dukacita dan kerisauan (tidaklah dalam keadaan huru-hara di Padang Masyar).

Malam : 23 : Allah Subhanahuwataala binakan kepadanya sebuah bandar di dalam Syurga daripada nur.

Malam : 24 : Allah buka peluang 24 doa yang mustajab bagi orang berterawih malam ini, (elok sekali berdoa ketika dalam sujud)

Malam : 25 : Allah Taala angkatkan daripada siksa kubur.

Malam : 26 : Allah kurniakan kepada orang berterawih pahala pada malam ini seumpama 40 tahun ibadat.

Malam : 27 : Allah kurniakan orang berterawih pada malam ini ketangkasan melintas atas titian Sirotolmustaqim seperti kilat menyambar.

Malam : 28 : Allah Subhanahuwataala kurniakan kepadanya pahala 1000 darjat di akhirat.

Malam : 29 : Allah Subhanahuwataala kurniakan kepadanya pahala 1000 kali haji yang mabrur.

Malam : 30 : Allah Subhanahuwataala beri penghormatan kepada orang berterawih pada malam terakhir ini yang teristimewa sekali, lalu berfirman: "Hai hambaKu : makan!"

Khamis, 4 Ogos 2011